Lab. TPPBL PS Teknik Pertanian Unsoed Adakan “Knowledge Sharing” tentang DAS Serayu

tepteptep01 01/09/2017

[tep.faperta.unsoed.ac.id, 1/9/17] – Laboratorium Teknik Pengelolaan dan Pengendalian Bio-Lingkungan (TPBBL) adalah 1 dari 5 laboratorium yang ada di lingkungan Program Studi Teknik Pertanian (TEP) Unsoed dengan tupoksi mendukung dan menfasilitasi kegiatan pembelajaran khususnya praktikum dan penelitian. Lab. TPPBL terus mengembangkan riset-riset bidang TPPBL dan mendiseminasikannya kepada masyarakat pengguna, serta memperluas jejaring kerjasama antar institusi baik lokal/regional, nasional, maupun internasional. Untuk itu, Lab. TPPBL telah merancang dan sedang berupaya menjalankan Road Map (Peta Jalan) Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan topik payung “Pengelolaan dan Pengembangan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu secara Berkelanjutan” yang melibatkan berbagai stakeholders terkait, mulai dari akademisi/universitas, lembaga masyarakat, pemerintah, sampai swasta.

Dalam upaya tersebut, Lab. TPPBL telah dan sedang menjalankan kerjasama riset atupun pengabdian kepada masyarakat dengan beberapa pihak sebagai berikut:

  1. Pemerintah Kabupaten Banyumas/BBWS/BPSDA (Dr. Irawadi) dalam Studi tentang Manajemen Irigasi di sekitar DAS Serayu (2009 – sekarang),
  2. IBOS – Ibaraki University (IU), Jepang (Prof. Youiji Nitta, Ph.D.) tentang Pengembangan Sistem Pertanian Berkelanjutan untuk Sweet Sorghum sebagai Bahan Bioetanol (2010 – 2012),
  3. Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Jepang (Yosei Oikawa, Ph.D.) dalam Studi tentang Pengembangan Wilayah Pedesaan melalui Homegaryden/Agroforestry di sekitar DAS Serayu (2012 – 2013),
  4. Ehime University (EU), Japan (Prof. Ueno Hideto, Ph.D.) dalam Studi tentang Organic Farming and Agroforestry di sekitar DAS Serayu (2013) dan Pengembangan Bio-Mulsa untuk Pertanian Berkelanjutan (2009),
  5. Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Jepang (Ryonusuke Haiya, Cand. Ph.D.) dalam Studi tentang Water Management di sekitar DAS Citarum dan DAS Serayu (2013),
  6. Pemerintah Desa Kotayasa, Banyumas dalam Pengadaan Air Bersih Hemat Energi (2014) dan Pemerintah Desa Kaliori, Banyumas dalam Pengendalian Kekeringan dan Banjir dengan Teknologi Biopori (2015),
  7. The University of Tokyo (UTokyo), Jepang (Prof. Eiji Yamaji, Ph.D.) dalam Studi tentang System of Rice Intensification (SRI) di sekitar DAS Seryau (2014),
  8. The University of Tokyo (UTokyo), Jepang (Prof. Taku Nishimura, Ph.D.) dalam Studi tentang Sustainable Farming System for Tropical Highland Potato di sekitar DAS Serayu (2013 – 2015),
  9. Pemkab Banjarnegara tentang Pembibitan Kentang dengan Teknologi Aeroponik (2015 – sekarang),
  10. Forum Komunitas Hijau (FKH) Kabupaten Banjarnegara tentang Gerakan Peduli Sungai dan Konservasi Lingkungan di DAS Serayu (2016),
  11. Ibaraki University (IU), Jepang (Prof. Tatsuo Sato, Ph.D.) dalam Studi Pengembangan Teknik Pembibitan dan Budidaya Stroberi Sehat di Desa Serang, Kabupaten Purbalingga (2016 – sekarang),
  12. Kementerian PUPR RI dalam Gerakan Cinta Operasi (GCINOP) Irigasi di sekitar DAS Serayu (2016 – sekarang),
  13. Goettingen University, Jerman (Miss. Johanna) dalam Studi tentang Pengelolaan Hutan dan DAS Serayu (2017, sedang berlangsung).

Sejalan dengan visi dan misi yang diemban, saat ini Lab. TPPBL sedang menjadi host Miss. Johanna (mahasiswa S-2) dari Goettingen University, Jerman yang melakukan studi tentang pengelolaan hutan dan DAS Serayu selama 1.5 bulan. Sebagai langkah awal, pada tgl. 31 Agustus 2017, bertempat di Sekretariat Program Studi TEP Unsoed, Lab. TPPBL menggelar diskusi ringan dengan fokus “Knowledge Sharing” terkait Potensi dan Permasalahan DAS Serayu. Diskusi tersebut dihadiri oleh Miss. Johanna, Afik Hardanto, Ph.D (anggota Lab. TPPBL yang juga alumni Geottingen University, Jerman sekaligus supervisor Miss. Johanna selama studi di Unsoed), Dr. Asna Mustofa (KaLab TPPBL sekaligus peneliti manajemen irigasi dan koordinator GCINOP di sekitar DAS Serayu), Krissandi Wijaya, Ph.D. (KaProdi TEP sekaligus anggota Lab. TPPBL dan peneliti soil and water conservation di sekitar DAS Serayu), Ardiansyah, Ph.D. (anggota Lab. TPPBL sekaligus peneliti SRI di sekitar DAS Serayu), Dr. Eni Sumarni (anggota Lab. TPPBL sekaligus peneliti hidroponik/aeroponik tanaman budidaya di sekitar DAS Serayu), Poppy Arsil, Ph.D. (Dosen TEP sekaligus peniliti sistem informasi dan manajemen agro-industri), Dr.rer.nat. Erwin Riyanto Ardli (alumni Bremen University, Jerman sekaligus peneliti biodiversitas dan ekosistem mangrove di sekitar DAS Citanduy dan DAS Serayu), dan Budi Dermawan, Ph.D. (alumni Geotinggen University, Jerman sekaligus peneliti kondisi dan perilaku sosial-ekonomi masyarakat mangrove di sekitar DAS Citanduy dan DAS Serayu).

   

Diskusi diawali dengan pembukaan oleh Dr. Asna, serta pemaparan oleh Afik, Ph.D. tentang tujuan diadakannya diskusi dan rundown-nya secara keseluruhan. Selajutnya, pemaparan tentang potensi dan permasalahan di wilayah hulu, tengah, dan hilir DAS Serayu, serta beberapa alternatif solusi yang sedang dan akan dilakukan oleh Unsoed dan pihak terkait oleh Krissandi, Ph.D. Kemudian, Dr.rer.nat. Erwin menyampaikan potensi dan permasalahan biodiversitas/ekosistem mangrove di Segara Anakan (wilayah hilir DAS Citanduy yang sangat berdekatan dengan wilayah hilir DAS Serayu), sedangkan Budi, Ph.D. membahas aspek sosial-ekonomi masyarakat mangrove di wilayah yang sama.

Diskusi yang cukup hangat dan penuh kekeluargaan telah memfasilitasi peserta diskusi yang notabene berasal dari disiplin ilmu dan negara yang berbeda untuk saling berbagi wawasan dan pengalaman. Bahkan, diskusi tersebut sempat memunculkan beberapa ide-ide solutif yang perlu ditindaklanjuti. Bagi Miss. Johanna, diskusi tersebut cukup memberikan gambaran global tentang potensi dan permasalahan di sekitar DAS Serayu yang dapat dijadikan referensi untuk kajian lebih detil. “Merupakan kesempatan yang baik bisa bergabung dalam diskusi ini, sehingga diperoleh beberapa infomasi untuk kajian DAS Serayu yang lebih mendalam”, ungkapnya.

Dr. Asna mengatakan bahwa diskusi ini merupakan budaya baik akademik yang perlu dibudayakan dan dikembangkan lagi kedepan dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu dan stakeholder yang lebih luas. “Diharapkan diskusi seperti ini kedepan dapat semakin intensif dilakukan guna mencari alternatif solusi yang tepat atas permasalahan DAS Serayu semakin kritis”, pungkasnya (d’kg).

Bravo Lab. TPPBL TEP Unsoed!…. Maju Terus Wujudkan Road-Map TPPBL!…

About the Author

Leave a Reply