Rangsang Budaya Scientific Writing dan Prestasi Mahasiswa, MK Metodologi Riset Keteknikan Wajibkan Proposal PKM

tepteptep01 06/09/2017

[tep.faperta.unsoed.ac.id, 6/9/17] – Mata Kuliah (MK) Metodologi Riset Keteknikan PS TEP yang pada semester ini diampu oleh Ardiansyah, Ph.D., Krissandi Wijaya, Ph.D., dan Afik Hardanto, Ph.D. mewajibkan mahasiswa untuk membuat Tugas Terstruktur (TT) berupa Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan dikumpulkan pada akhir masa perkuliahan. Topik proposal yang diangkat harus terkait dengan pengembangan dan aplikasi bidang keteknikan pertanian sebagai solusi atas permasalahan-permasalahan pertanian yang ada, baik dalam lingkup industri maupun masyarakat umum/petani. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa menjadi lebih peka dan mengerti terhadap berbagai permasalahan pertanian di lapangan, sekaligus merangsang mereka untuk membiasakan diri berpikir secara scientific dalam mencari jawaban/solusi atas permasalahan tersebut, yang menjadi modal dasar untuk penyelesaian tugas akhir/skripsinya.

Melalui strategi di atas juga diharapkan dapat meningkatkan prestasi mahasiswa dalam ajang kompetisi kreativitas akademik. Kenyataannya, strategi yang telah dilakukan selama kurun waktu 5 tahun terakhir ini telah terbukti berhasil mengantarkan beberapa Mahasiswa PS TEP menjuarai Kompetisi PKM Tingkat Universitas/Unsoed, bahkan PIMNAS 2013, 2014, dan 2017. Selain itu, beberapa diantara mereka berhasil masuk nominasi di ajang Kompetisi Penulisan Ilmiah dan Essay Nasional maupun Internasional, seperti Kompetisi Essay Bayer 2016, serta banyak lagi ajang-ajang kompetisi serupa lainnya di tingkat lokal dan regional.

Diawali dengan pemberian/pembekalan materi-materi seputara riset bidang keteknikan, yang meliputi falsafah/paradigma dan metode-metode riset keteknikan, serta contoh-contoh riset keteknikan pada separuh awal semester, mahasiswa kemudian dibimbing untuk mengamati dan mencari permasalahan pertanian yang ada di lapangan. Setelah itu, mereka diminta untuk memahami latar belakang dan faktor-faktor penyebab permasalahan, mendalami permasalahan dan mengaitkannya dengan materi/contoh yang telah diberikan, memunculkan alternatif solusi atas permasalahan yang ditemukan yang merupakan tujuan dari proposal yang dibuat, mengajukan hipotesis, merencanakan metode pengambilan data baik berupa analisis pustaka ataupun melalui penelitian/percobaan skala kecil, dan menuliskan hasil/capaian yang ditargetkan. Pada beberapa pertemuan di akhir perkuliahan, mahasiswa diberi kesempatan untuk mempresentasikan proposalnya.

   

Ardiansyah, Ph.D. selaku Dosen Pengampu Utama MK Metodologi Riset Keteknikan sangat concern, serta terus memotivasi dan memfasilitasi para mahasiswa melalui strategi di atas. Terlebih setelah sukses mengantarkan mahasiswa bimbingannya meraih medali perak di ajang PIMNAS 2013, 2014 lalu, dan men-support mahasiswa lainnya yang dibimbing Abdul Mukhlis, M.Sc. meraih medali perunggu di ajang PIMNAS 2017 baru-baru ini, Ardiansyah, Ph.D. semakin intensif dan penuh dedikasi merangsang dan membimbing para Mahasiswa PS TEP baik sacara formal maupun informal termasuk mewajibkan tugas proposal pada MK tersebut. Hal ini sangat didukung oleh para Staf Dosen PS TEP yang lainnya. Di lain pihak, para Mahasiswa PS TEP yang mengambil MK tersebut sangat antusias mempersiapkan Proposal PKM mulai dari penelusuran berbagai permasalahan pertanian di lapangan, pemilihan topik yang diangkat, serta telaah pustaka-pustaka yang terkait, dimana sebagian besar dari mereka terus berdatangan dan berkonsultasi dengan para Staf Dosen dari ke-5 Kelompok Bidang Peminatan (KBK) yang ada di PS TEP.

“MK ini merupakan wadah yang tepat untuk menggodog mahasiswa berpikir scientific dalam memecahkan masalah-masalah petanian yang ada ditinjau dari aspek keteknikan, dan juga selaras dengan kompetensi mahasiswa yang diharapkan oleh MK tersebut”, dimikian ungkap Ardiansyah, Ph.D. (d’kg)

Maju Terus, Tak Kenal Menyerah!…

About the Author

Leave a Reply