Prof. Hiroyuki OHTA, Ph.D., Wakil Rektor Ibaraki University, Jepang dan Pimpinan Unsoed Kunjungi KKN Internasional 2017 dengan DPL PS TEP

tepteptep01 25/08/2017

[sumber: unsoed.ac.id, 25/8/17] – Unsoed dan Ibaraki University Jepang kembali berkolaborasi dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Tujuh mahasiswa dari Ibaraki University Jepang bersama mahasiswa Unsoed melaksanakan KKN Internasional di Serang Purbalingga. Para mahasiswa Jepang melaksanakan program ini sejak 18-25 Agustus 2017.  Sementara itu mahasiswa Unsoed melaksanakan program KKN tetap 35 hari.

Tema yang dikerjakan menjadi program bersama dalam kegiatan KKN Internasional ini adalah Pengembangan teknologi produksi tingkat lanjut, untuk kualitas strawberryyang baik guna mendukung konsep Agrowisata desa Serang. Hal ini sebagaimana diungkapkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Krissandi Wijaya, Ph.D. “Program ini merupakan program keberlanjutan dari sebelumnya. Dikarenakan terus turunnya tingkat produksi strawberry akibat penyebaran penyakit yang menyerang tanaman dan merugikan petani,” jelasnya. Selain dosen dari Unsoed, pakar stroberi dari Jepang Prof. Tatsuo Sato juga turut serta mendampingi kegiatan ini. Wakil Rektor Ibaraki University, Prof. Hiroyuki Ohta, juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Serang beserta Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ir. Anisur Rosyad, M.S., dan Direktur International Relation Office, Ir. Suprayogi, Ph.D.

Kegiatan utama yang dilakukan dalam program KKN Internasional ini adalah pembibitan stroberi dengan menggunakan teknologi hidroponik. Mekanisme yang dilakukan yaitu dengan membuat screenhouse dan instalasi hidroponik. Di hadapan para petani strawberry, Ryosuke Sasaki, salah satu mahasiswa Jepang memberikan penjelasan, “Di dalam screenhouse tersebut kami melakukan pembibitan dengan berbagai perlakuan ada yang menggunakan arang, air, biji, sabut kelapa dan sebagainya.”  Hal ini dilakukan untuk melihat hasil yang paling potensial menggunakan mekanisme yang mana. Krissandi juga mengungkapkan bahwa setelah ditinjau oleh Prof. Sato, screenhouse ini sangat diapresiasi dan diharapkan menjadi display untuk dilihat dan dicontoh oleh petani.

Kegiatan KKN Internasional ini diapresiasi banyak pihak.  Selain perangkat desa yang sangat mendukung kegiatan ini juga dipresiasi petugas penyuluh setempat.  Bibit strawberry yang dihasilkan dari screenhouse ini nantinya akan ditanam di lahan biasa dan diharapkan menjadi contoh.  “Semoga dengan begitu para petani dapat meniru dan menerapkannya sehingga kualitas strawberry Serang bisa semakin bagus,” lanjutnya (reposted by d’kg).

Maju Terus Pantang Mundur Tak Kenal Menyerah!

About the Author

Leave a Reply