Tim PKM Teknik Pertanian UNSOED Raih Medali Perak di Ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional XXVI

tepteptep01 13/09/2013

[sumber: unsoed.ac.id, 13/9/13] – Mahasiswa UNSOED torehkan prestasi di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional di Mataram NTB dengan membawa pulang medali perak.  Tak hanya itu, Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UNSOED, khususnya Tim Hidram ini menunjukkan standar etika yang cukup tinggi. Dari ribuan peserta, hanya Tim UNSOED yang selalu meninggalkan tempat tanpa membiarkan sampah mereka berceceran. “Intelektualitas, kerja keras, dan etika adalah modal mereka untuk menyongsong masa depan”, ungkap pembimbing PKM, Dr. Ardiansyah.  Tim PKM-M yang diberi nama Tim PKM-Hidram ini mengangkat judul “Aplikasi Pompa Hidram (Pompa Air Tenaga Air) untuk Pemenuhan Kebutuhan Air di Desa Banteran, Kecamatan Sumbang”.  Tanpa rasa canggung, Tim PKM Hidram yang terdiri dari Reza Kusuma, Alfian Destyo, dan Ermanto Kurniawan, Putri Rieski Imanda dan Dian Novita beserta pembimbingnya, Dr. Ardiansyah menunjukkan rasa syukurnya ini ditengah keramaian hiruk pikuk pengumuman para peraih medali dengan sujud syukur dan menundukkan kepala. Pembantu Rektor III UNSOED, Prof. Dr. Imam Santosa mengungkapkan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh tim tesebut. ” Sangat bangga dan mudah-mudahan momen sukses ini memicu sukses-sukses berikutnya, ” tuturnya

Tim PKM Hidram ini cukup unik, mereka semua adalah mahasiswa Teknik Pertanian. Solusi yang mereka tawarkan adalah solusi dengan prinsip keteknikan, terutama ilmu Mekanika Fluida, namun dilapangan juga melakukan pendekatan-pendekatan sosial untuk merealisasikan program kerjanya. “Kami berupaya menyelesaikan masalah kekurangan air di Dusun Danalaya, Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, dengan teknologi lama namun sudah terbukti (proven technology), yaitu pompa hidram”, ungkap Putri Ketua Tim PKM ini.  “Sejak maraknya penggunaan pompa listrik dan pompa dengan energi fosil lainnya, pompa hidram mulai dilupakan. Padahal, teknologi ini cukup mapan, sudah berusia sekitar 200 tahun dan sangat cocok diterapkan di Dusun Danalaya”, lanjut Putri. Masalah teknisnya bisa kita selesaikan dengan perhitungan, juga kita konsultasikan dengan Pak Sudiyanto, pemilik bengkel hidram yang cukup berpengalaman. Namun penerapan teknologi di masyarakat memerlukan pendekatan khusus. Putri juga mengungkapkan bahwa pendekatan dalam proyek di pedesaan biasanya tidak banyak melibatkan masyarakat, sehingga masyarakat tidak merasa memiliki fasilitas yang dibangun oleh pemerintah. Akibatnya, fasilitas tersebut menjadi tidak terawat dan akhirnya rusak. “Dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal, masyarakat desa pada kegiatan Tim PKM Hidram ini dilibatkan sejak awal perencanaan kegiatan”, ungkapnya. “Kalau dinilai dengan uang, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan instalasi pompa hidram bisa mencapai sekitar 11 juta rupiah, 50% dari nilai total kegiatan, tampaknya kemanfaatan, keberlanjutan, dan partisipasi masyarakat inilah yang memberikan point bagi kemenangan Tim PKM Hidram ini”, tandasnya.

Dr. Ardiansyah menuturkan bahwa kemenangan ini adalah kemenangan semua elemen Prodi Teknik Pertanian. “Sebagian besar dosen TEP memberikan andil khusus dalam kemenangan ini”, tegasnya. “Dalam penggalian ide dan penulisan proposal, Afik Hardanto, M.Sc memberikan peran yang cukup besar, juga dalam konsultasi-konsultasi yang dilakukan secara online. Begitu juga dalam persiapan menuju PIMNAS, banyak sekali masukan berharga yang diberikan oleh Krissandi Wijaya, Ph.D, dan Rifah Ediati, M.Sc untuk mempertajam slide presentasi. Tanpa disadari, hasil akhir slide presentasi yang muncul adalah slide yang mudah dipahami, sistematis dan efektif dalam menyampaikan kegiatan PKM mereka. Demikian juga sentuhan “sense of art” dari Rifah Ediati, M.Sc untuk memperbaiki poster yang dibuat oleh Tim PKM Hidram ini. Bahkan sampai pointer laser otomatis pun dipinjamkan oleh beliau sebagai upaya dukungan penuh pada tim ini. Tak ketinggalan kaprodi TEP, Ropiudin, M.Si yang menambal beberapa hal-hal yang terlupakan (belum terfikirkan), sehingga meningkatkan daya antisipasi Tim PKM Hidram terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul dari dewan juri. Hal itu dilengkapi lagi dengan beberapa kali laihan-latihan presentasi di rektorat, yang dipandu oleh Dr. Saryono”, jelas Dr. Ardiansyah.

“Dalam kebersamaan, insya Allah ada kekuatan yang besar”, demikian komentar Dr. Ardiansyah. “Mudah-mudahan, beasiswa yang dijanjikan oleh Medikbud untuk studi lanjut bagi mereka akan terealisasi”, pungkasnya. (reposted by d’kg)

Maju Terus Pantang Menyerah !

About the Author

Leave a Reply